Berdoa agar Terhindar dari Sifat Dengki
وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa, ‘Wahai Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan tumbuh kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. ” (QS. Al-Hasyr:10) Ayat ini berkisah tentang kaum muhajirin dan kaum anshar, serta orang-orang yang hidup setelah generasi kedua kaum tersebut. Orang yang datang (hidup) setelah generasi kedua kaum tersebut berdoa, “Wahai Rabb kami, mohon ampuni kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan.” Doa ini mereka tujukan untuk diri mereka sendiri dan untuk seluruh kaum mukminin...